Jumat, 26 Maret 2010

Sekilas Mengenai Perubahan Iklim

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

Penyebab perubahan iklim

Di dalam atmosfer Bumi yang terdiri dari berbagai macam gas terdapat beberapa jenis gas yang transparan dan dapat ditembus oleh sinar ultraviolet dan cahaya lain yang terlihat namun pada saat yang bersamaan akan menyerap radiasi inframerah. Gas – gas ini dapat dilewati oleh sinar matahari sehingga energy panas dari matahari dapat diserap oleh permukaan bumi, namun ketika sinar matahari yang sama dipantulkan dalam bentuk radiasi inframerah oleh permukaan Bumi panas yang ada akan diserap oleh gas rumah kaca yang ada di dalam atmosfer. Beberapa diantara gas – gas rumah kaca yang paling banyak terdapat di atmosfer Bumi adalah,

1. Karbon dioksida (CO2)

Karbon doksida dihasilkan oleh pernafasan manusia, pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, gas, batu bara), penebangan hutan (mengakibatkan karbon dioksida yang terikat di dalam kayu terlepas kembali ke atmosfer disamping juga mengurangi kemampuan hutan untuk mengikat karbon dioksida). Sejak tahun 1958 hingga 2001 saja kadar karbon dioksida di atmosfer Bumi telah meningkat 17 persen dari 315 ppm (parts per million) menjadi 370 ppm. Peningkatan kadar karbon dioksida diperkirakan sebesar 0,3 persen per tahun. Dengan kontribusi terhadap pemanasan global sebesar 67 persen menjadikan karbon dioksida menjadi penyebab utama dari pemanasan global yang saat ini sedang berlangsung


2. Chlorofluorocarbons (CFCs)

Berasal sepenuhnya dari kegiatan manusia. Chlorofluorocarbons secara luas digunakan sebagai gas pendingin pada kulkas dan AC. Walaupum jumlahnya sedikit namun CFCs merupakan gas rumah kaca paling efisien dengan tingkat efisiensi 15,000 lebih efisien dalam menahan panas dibanding CO2


3. Metan

Sebagian Metan berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Namun sebagian besar berasal dari aktivitas alami berbagai macam makhluk hidup seperti beberapa jenis bacteria, dan binatang ternak.


4. Nitrous Oksida

Gas rumah kaca yang paling kecil kontribusinya terhadap pemanasan global. Berasal sebagian besar dari bahan bakar fosil dan pupuk yang menganduk nitrogen.

Dampak Perubahan Iklim

1. Kenaikan permukaan laut

Menghangatnya suhu Bumi akan menyebabkan kenaikan permukaan laut. Naiknya permukaan laut disebabkan oleh dua hal, pertama oleh pemuaian tubuh air akibat menghangatnya suhu air sehingga air yang ada di laut membutuhkan ruangan lebih. Kedua oleh mencairnya kutub utara, kutub selatan dan berbagai gletser yang menyebabkan volume air bertambah. Kenaikan permukaan laut berkaitan erat dengan kenaikan jumlah karbon dioksida. Diperkirakan dengan kadar CO2 mencapai 550 ppm (dua kali kadar CO2 pada masa sebelum revolusi industri) permukaan laut akan naik setinggi 100 cm. Kadar CO2 sebesar 1100 ppm akan menyebabkan permukaan air laut naik setinggi 200 cm.


Kenaikan permukaan laut setinggi 50 cm saja akan menyebabkan jumlah penduduk yang beresiko tinggi terkena gelombang laut saat terjadi badai meningkat hingga 2 kali lipat dari 45 juta jiwa menjadi 90 juta jiwa.


2. Kekacauan dalam siklus air

Meningkatnya suhu permukaan Bumi akan menyebabkan peningkatan penguapan air yang akan mengakibatkan beberapa daerah menjadi lebih kering sehingga terjadi kekeringan. Sementara itu di atmosfer akan terjadi peningkatan kelembaban akan menyebabkan curah hujan lebih tinggi di daerah lain yang akan menyebabkan banjir, longsor dan berbagai bencana lainnya.


Hal ini akan menyebabkan penurunan muka air sungai dan danau yang pada akhirnya akan berdampak berupa kekeringan, penurunan kualitas air, selain itu hal tersebut juga akan berdampak pada dunia pelayaran sungai, pembangkit listri tenaga air dan tentunya berdampak negative pada pertanian.


3. Dampak Kesehatan

Kenaikan suhu Bumi akan berdampak banyak pada kesehatan manusia. Suhu yang lebih hangat akan menyebabkan system cardiovascular bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tubuh tetap dingin sehingga menyebabkan peningkatan kemungkinan serangan jantung atau penyakit cardiovascular lainnya. Contohnya gelombang panas dengan suhu mencapai 320 C pada tahun 1995 di Chicago menyebabkan 700 orang tewas. Jika kadar CO2 mencapai 550 ppm gelombang panas akan menyerang 6 kali lebih sering.


Menghangatnya suhu permukaan Bumi akan menyebabkan juga peningkatan kada ozon di permukaan Bumi yang akan menyebabkan peningkatan kemungkinan kerusakan lapisan tisu di paru – paru manusia, disamping juga akan meningkatkan efek serbuk dan spora pada paru – paru yang dapat memicu berbagai penyakit pernafasan, asma, dan alergi.


Pada saat yang bersamaan berbagai jenis penyakit yang hanya terdapat di kawasan dengan suhu hangat akan menyebar seiring dengan menghangatnya seluruh permukaan Bumi. Disamping juga memicu munculnya berbagai penyakit baru.


4. Perubahan pada hutan

Peningkatan suhu Bumi akan menyebabkan beberapa jenis tumbuhan tidak bisa beradaptasi dan pada akhirnya punah. Peningkatan suhu juga akan memicu kebakaran hutan lebih sering. Akibatnya luas hutan akan berkurang secara drastic.


5. Dampak pada pertanian dan produksi bahan pangan

Kenaikan CO2 sampai kadar 550 ppm akan meningkatkan produksi pertanian 30 – 40 persen di sebagian kawasan Bumi, namun pada saat yang bersamaan di kawasan lainnya produksi pertanian akan berkurang dengan jumlah yang kurang lebih sama. Pertanian di negara miskin dan berkembang akan terkena dampak dari perubahan suhu, baik Karena kekurangan air maupun peningkatan suhu itu sendiri sehingga meningkatkan potensi kelaparan di berbagai negara miskin dan berkembang, terutama di Afrika dan Asia.

Mitigasi

1. Penggunaan teknologi solar cell pada mobil dan bus akan secara signifikan mengurangi emisi gas – gas rumah kaca, dan konsumsi minyak bumi serta Penggunaan bahan tahan lama dan lebih ringan pada semua moda transportasi sehingga dapat mengurangi biaya, bahan bakar dan meningkatkan efisiensi.


2. Penggunaan teknologi solar-cell untuk pembangkit listrik, dan bangunan “Zero energy” yang mengurangi kebutuhan energy dan dapat memproduksi sumber energy sendiri (contohnya dengan menggunakan atap photovoltaic)


3. Penggunaan pembangkit listrik tenaga angin yang dikombinasikan dengan penyimpanan energy udara bertekanan akan menghasilkan energy yang kompetitif dengan yang dihasilkan dari pembakaran batu bara.


4. Penghijauan dengan reboisasi hutan, pembuatan taman kota, penanaman kembali terumbu karang dan hutan bakau akan secara signifikan meningkatkan kemampuan alam untuk mengikat CO2 dari atmosfer


5. Pemetaan dan penerbitan aturan mengenai tata guna lahan secara ketat serta aturan mengenai pengolahan limbah industri untuk mengurangi resiko perusakan alam, disamping juga akan melindungi penduduk dari kemungkinan bencana akibat perubahan iklim

6. Menerapkan prinsip reuse, reduce, recycle

7. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mengontrol diri untuk dapat menghargai alam dengan menggunakan sumber daya seminimal mungkin dan tidak merusak alam dalam bentuk apapun.


Daftar Pustaka

Enger, Eldon D. & Smith, Bradler F. 2004. Environmental Science A Study of Interrelationship. New York: The McGraw – Hill Companies

Friedman, Thomas L. 2009. Hot, Flat and Crowded. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar