Tampilkan postingan dengan label syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syair. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Januari 2011
Poem on Jannah By Ammar Al Shukry
Beautiful poem written by Ammar Al Shukry about paradise (Jannah). This Video produce by Bilal Khan from Leechon Inc.
Ammar Al Shukry is one of du'at in New York.
This poem describe the condition in jannah, and motivate us to pursue jannah by doing everything that is obligatory upon us and stay away from everything that Allah 'Azza Wa Jalla forbade us. We ask Allah to rewards both brothers for their efforts to reminds us, and we ask Allah to soften our heart and make us steadfast in Shiratal Mustaqim, Aamin
Here is the transcript of the poem:
Close your eyes and imagine this
Eternal bliss,
your every wish,
at your finger tips
and more...
Perched on a throne, near a stream
So serene, and exquisite a scene
You've never seen
Yet you still dream
of more....
Gone is grief, gone is fear
Gone is pain, gone are tears
Idle speech you shall never hear
And the Prophets make up your social sphere
and more...
The martyrs, righteous and truthful too
You are from them, and they from you
They held tightly to what they knew was true
To accompany them, you did too
theres more..
Maidens, chaste, who restrain their gaze
Lost in a glance for days and days
Fun and frolic, as a child plays
Where the breath that leaves your lips is praise
of the One that gave you more
Imagine you and your father, with ages the same
Imagine showing off your book with no shame
Imagine nights with the Companions, with their stories to entertain
Imagine Muhammad (S) knowing your name
What could be there more..
Gardens underneath which rivers flow
A goal so far, and yet so close
A journey worth taking, for those who know
Do you not wish to go..
for more?
For all the bounties, all the grace
All the pleasures, sights, smells and tastes
Will be forgotten, without a trace
as if frozen in time and space
When you see His Face
What an excellent Master, of a miserable slave
You forgot and He forgave
He gave you guidance, you still strayed
You asked for mercy, that He gave
and more...
Kamis, 02 Desember 2010
Hadapi musibah dengan senyum bersama Said Nursi
Musibah terus beruntun melanda Nusantara tercinta, namun nikmat Tuhan sungguh tak terbatas, sebagaimana firmannya. Tuk pelipur lara mari sejenak kita menikmati hidangan langit dalam untaian syair penuh makna dari Bediuzzaman Said Nursi. Syair tuk tak berkeluh kesah dan tuk hadapi musibah ini dengan sabar dan senyum. Karena kita tak dapat menolak qadar-Nya dan takkan berguna pula keluh kesah selain menambah derita.
Alhamdulillah 'ala kulli halDari keluhan muncullah bencana
Duhai orang miskin, jauhi dan tawakallah!
Jika kau arahkan munajatmu pada Tuhan Sang Pemberi, pasti kan kau dapat
Sebab, segala sesuatu adalah anugerah-Nya
Dan segala sesuatu adalah suci
Tanpa Allah; engkau akan tersesat dan cemas di dunia ini
Apakah anda mengeluhkan butir pasir, sedangkan orang lain mendapatkan musibah sebesar dunia?
Sungguhlah keluhan itu hanyalah musibah di atas musibah
Dosa di atas dosa dan derita!
Jika anda tersenyum di hadapan musibah...
Niscaya ia akan layu dan larut...
Di bawah mentari kebenaran, menjadi butiran - butiran es
Saat itulah duniamu tersenyum
Senyuman yang menyiratkan keyakinan
Senyuman gembira karena pancaran keyakinan...
Senyuman kagum karena rahasia - rahasia keyakinan...
(Bediuzzaman Said Nursi dalam Cahaya Kedua Kitab Al Lama'at)
Duhai orang miskin, jauhi dan tawakallah!
Jika kau arahkan munajatmu pada Tuhan Sang Pemberi, pasti kan kau dapat
Sebab, segala sesuatu adalah anugerah-Nya
Dan segala sesuatu adalah suci
Tanpa Allah; engkau akan tersesat dan cemas di dunia ini
Apakah anda mengeluhkan butir pasir, sedangkan orang lain mendapatkan musibah sebesar dunia?
Sungguhlah keluhan itu hanyalah musibah di atas musibah
Dosa di atas dosa dan derita!
Jika anda tersenyum di hadapan musibah...
Niscaya ia akan layu dan larut...
Di bawah mentari kebenaran, menjadi butiran - butiran es
Saat itulah duniamu tersenyum
Senyuman yang menyiratkan keyakinan
Senyuman gembira karena pancaran keyakinan...
Senyuman kagum karena rahasia - rahasia keyakinan...
(Bediuzzaman Said Nursi dalam Cahaya Kedua Kitab Al Lama'at)
Langganan:
Postingan (Atom)