Minggu, 16 Januari 2011
Poem on Jannah By Ammar Al Shukry
Beautiful poem written by Ammar Al Shukry about paradise (Jannah). This Video produce by Bilal Khan from Leechon Inc.
Ammar Al Shukry is one of du'at in New York.
This poem describe the condition in jannah, and motivate us to pursue jannah by doing everything that is obligatory upon us and stay away from everything that Allah 'Azza Wa Jalla forbade us. We ask Allah to rewards both brothers for their efforts to reminds us, and we ask Allah to soften our heart and make us steadfast in Shiratal Mustaqim, Aamin
Here is the transcript of the poem:
Close your eyes and imagine this
Eternal bliss,
your every wish,
at your finger tips
and more...
Perched on a throne, near a stream
So serene, and exquisite a scene
You've never seen
Yet you still dream
of more....
Gone is grief, gone is fear
Gone is pain, gone are tears
Idle speech you shall never hear
And the Prophets make up your social sphere
and more...
The martyrs, righteous and truthful too
You are from them, and they from you
They held tightly to what they knew was true
To accompany them, you did too
theres more..
Maidens, chaste, who restrain their gaze
Lost in a glance for days and days
Fun and frolic, as a child plays
Where the breath that leaves your lips is praise
of the One that gave you more
Imagine you and your father, with ages the same
Imagine showing off your book with no shame
Imagine nights with the Companions, with their stories to entertain
Imagine Muhammad (S) knowing your name
What could be there more..
Gardens underneath which rivers flow
A goal so far, and yet so close
A journey worth taking, for those who know
Do you not wish to go..
for more?
For all the bounties, all the grace
All the pleasures, sights, smells and tastes
Will be forgotten, without a trace
as if frozen in time and space
When you see His Face
What an excellent Master, of a miserable slave
You forgot and He forgave
He gave you guidance, you still strayed
You asked for mercy, that He gave
and more...
Rabu, 05 Januari 2011
Darfur: A Call to Action
Darfur: A Call To Action adalah sebuah film dokumenter yang dibuat oleh Save Darfur Coalition yang menjelaskan secara singkat mengenai konflik Darfur yang berlangsung sejak tahun 2003. Film ini menceritakan tentang pandangan agama - agama besar (Islam, Kristen dan Yahudi) terhadap kejahatan kemanusiaan, dan dengan itu memberikan landasan moral untuk membantu penduduk Darfur.
Film ini menceritakan pada kita bahwa pesan moral yang dibawa oleh agama - agama tentang perdamaian dan persaudaraan merupakan instrumen yang sangat kuat untuk mengalahkan kesewenang-wenangan. Semoga menginspirasi kita untuk bertindak, sekecil apapun tindakan kita tentu akan sangat berarti bagi saudara kita di Darfur. Karena sudah menjadi kewajiban kita sebagai Muslim dan sesama manusia untuk membantu meringankan penderitaan sesama.
Jika tidak dapat ditonton, silakan buka halaman http://video.google.com/videoplay?docid=8549521978463370846&ei=-OshSefgI5ycrAKB84noBg&q=darfur+a+call+to+action#
Satu Lagi Krisis Kemanusiaan?
Bismillahir Rahmaanir Rahiim
Biru: Sudan Selatan
Hijau: Darfur
Merah: Abyei
Pink: Pegunungan Nuba dan Nil Biru
Ungu: Front Timur
9 Januari 2011 akan menjadi tanggal penentuan bagi Sudan. Pada hari itu akan diselenggarakan referendum yang akan menentukan apakah Sudan Selatan akan tetap bergabung dengan Sudan atau akan menjadi negara sendiri. Pada tanggal yang sama Abyei, kawasan di perbatasan Sudan Selatan dan Utara juga akan menyelenggarakan referendum untuk memutuskan akan bergabung dengan utara atau selatan. Referendum yang merupakan salah satu keputusan dalam perjanjian damai antara pemerintah Sudan di bawah rezim Omar Al Bashir dengan kelompok pemberontak SPLA (Sudan People's Liberation Army) di bawah pimpinan Dr. John Garang merupakan tonggak sejarah yang akan menentukan sejarah Sudan ke depan.
Namun yang menjadi kekhawatiran banyak pihak bukan mengenai pelaksanaan referendum atau kemungkinan Sudan selatan menjadi negara sendiri, Kekhawatiran banyak pihak justru lebih pada kemungkinan pecahnya perang baru paska referendum. Bagi sebagian besar penduduk di Sudan Utara kemungkinan Sudan Selatan menjadi negara terpisah bisa dikatakan sudah menjadi pendapat umum, walaupun sebagian masih tetap berusaha untuk mengkampanyekan Sudan yang bersatu. Di sisi lain penduduk Sudan selatan tampak tidak sabar untuk menyongsong referendum 9 Januari, dan bahkan jauh sebelum referendum dilaksanakan penduduk Sudan Selatan sudah terbawa eforia kemerdekaan Sudan Selatan.
Bahkan Omar Al Bashri dalam salah satu pernyataannya mengungkapkan bahwa ia akan menghormati hak penduduk sudan Selatan untuk menentukan nasibnya sendiri. Berpisahnya Sudan Selatan dari Sudan mungkin tidak dapat terelakan. Karena berbagai faktor sejarah penduduk Selatan yang mayoritas beragama Kristen dan Animisme tampaknya sangat tidak ingin bersatu dengan Utara yang mayoritas dihuni Nubia Arab yang beragama Islam. walaupun interaksi antara penduduk utara dan selatan telah berlangsung selama ratusan tahun, namun perang saudara Sudan yang terjadi sebanyak dua kali lah yang menjadi titik tolak hubungan utara dan selatan Sudan.
Perang saudara pertama terjadi pada tahun 1955 - 1972 yang mengakibatkan kurang lebih 500,000 jiwa tewas dan ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi. sebagian besar korban jiwa dan pengungsi berasal dari Sudan Selatan. Perang saudara kedua terjadi pada tahun 1983 - 2005 dan menewaskan 2 juta jiwa, dan lebih dari 4 juta lainnya terpaksa mengungsi. sebagian besar korban juga merupakan warga Sudan Selatan. Pada perang saudara kedua inilah Omar Al Bashir yang memperoleh kekuasaan melalui pemberontakan dengan dukungan Hassan at Turabi menggunakan Islam sebagai salah satu instrumen untuk mendapatkan dukungan dari penduduk sudan utara dalam menghadapi pemberontak SPLA.
Dengan menggunakan dalih Jihad, rezim Omar Al Bashir melakukan kekejaman yang sangat membekas di benak sebagian besar penduduk Sudan selatan yang mayoritas memang non Muslim. Namun pelanggaran HAM tidak mutlak dilakukan oleh pihak utara, pihak selatan yang dikomandoi SPLA juga turut serta melakukan pelanggaran HAM, terutama terhadap penduduk Arab Misseriyya, Sulaim dan Baggara dan suku - suku Muslim lainnya yang tinggal di 3 kawasan perbatasan utara dan selatan, yaitu Abyei, Pegunungan Juba dan Nil biru. Sementara 3 kawasan di selatan sudan merupakan kawasan paling parah yang mengalami kerusakan. Bahr Al Ghazal yang dulu pernah dikuasai Amir Muslim terkenal Az Zubair Rahma Manshur dan menjadi tempat interaksi suku - suku Arab Muslim dengan suku - suku Afrika seperti Nuer, Dinka, Shilluk dan Acholi yang mayoritas merupakan penganut Animisme dan Kristen menjadi lokasi perang paling sengit. Ratusan ribu penduduk selatan dipaksa pindah ke utara, terutama ke Khartoum dan kawasan sekitarnya, dan terus hidup dalam kemiskinan ekstrim. Banyak penduduk selatan yang tinggal di utara diperlakukan sebagai warga negara kelas dua oleh rezim Omar Al Bashir.
Dan saat ini ketika ada kesempatan bagi penduduk selatan untuk memutuskan nasib mereka sendiri, maka ratusan ribu penduduk selatan yang dipaksa tinggal di utara berbondong - bondong kembali ke tanah kelahiran mereka di selatan. 4 juta penduduk Sudan selatan sudah terdaftar untuk ikut serta dalam referendum 9 Januari. Namun potensi konflik masih terbuka lebar. Selain kawasan perbatasan yang terdiri dari Abyei, Pegunungan Nuba dan Nil biru yang pasti akan diperebutkan oleh kedua belah pihak, masalah demografi juga menjadi masalah. Ada ratusan ribu penduduk utara yang saat ini tinggal di selatan, dan karena latar belakang etnis mereka tidak berhak ikut dalam referendum 9 Januari. Selain itu warga Muslim dari suku Dinka, Nuer dan suku - suku lainnya yang merupakan kelompok minoritas walaupun mereka berhak ikut dalam referendum, namun tetap saja mereka mengalami ketakutan jika sudan selatan merdeka meraka akan menjadi sasaran balas dendam oleh penduduk selatan. Karena identitas agama mereka yang identik dengan penduduk utara (Islam) mereka sering menghadapi diskriminasi oleh sesama penduduk selatan. warga Muslim lokal bersama warga Muslim Arab yang berasal dari Sudan utara sama - sama berbagi ketakutan akan menjadi sasaran balas dendam warga selatan jika Sudan Selatan merdeka.
Di samping faktor trauma sejarah selama 2 kali perang saudara, kemungkinan konflik juga terbuka karena sebagian besar penduduk utara yang tinggal di selatan merupakan kelas menengah dan menguasai perdagangan di selatan. Sementara itu penduduk selatan maupun penduduk selatan yang kembali dari Khartoum sebagian besar hidup dalam kemiskinan.
Persoalan lainnya adalah suku - suku Arab nomaden, seperti Arab Misseriyya dan Arab Sulaim yang hidupnya berpindah mengikuti curah hujan. kawasan yang dihuni oleh suku - suku Arab Muslim ini merupakan kawasan perbatasan Utara dan Selatan yang diperebutkan. Arab Misseriyya menempati kawasan Kordofan yang masuk dalam Sudan Utara, namun Abyei merupakan tanah asal leluhur mereka, dan kadang mereka juga menggembalakan ternak mereka hingga kawasan Bahr Al Ghazal di Sudan Selatan. Arab Sulaim menghabiskan 11 bulan dalam satu tahun menggembalakan ternak mereka di Bahr Al Ghazal dan Nil Atas yang masuk kawasan Sudan Selatan. Namun karena mereka Arab (walaupun aslinya mereka adalah suku afrika yang terarabkan) mereka tidak berhak ikut dalam referendum 9 Januari.
Ketika 9 Januari makin mendekat, ketegangan antara suku - suku yang bertetangga selama ratusan tahun ini pun mulai tampak. Ketika Suku Dinka di Abyei dengan semangat mengkampanyekan agar Abyei bergabung dengan selatan, Suku Arab Misseriyya menyatakan mereka tidak akan pernah membiarkan Abyei dianeksasi oleh selatan.
Bishtina Muhammad Al Salam, salah satu pimpinan Suku Arab Misseriyya bahkan mengancam, "Jika orang - orang Dinka memutuskan bergabung dengan Selatan, maka akan ada perang tanpa alasan lagi"
Di Pegunungan Nuba, konflik antara Suku Nuba yang mendukung SPLA dengan Suku Arab Baggara telah berlangsung sejak perang saudara kedua, konflik antara keduanya dapat kembali pecah paska referendum 9 Januari.
Omar Al Bashir sendiri dalam salah satu kesempatan menungkapkan bahwa tidak akan ada alternatif dari persatuan Sudan. Pernyataannya ini membuat banyak membuat takut banyak aktivis perdamaian. Karena Omar Al Bashir yang di dakwa oleh ICC melakukan kejahatan perang dan genosida pada 2009 dan 2010 silam merupakan tokoh yang terkenal dengan kebrutalannya. Omar Al Bashir bertanggung jawab atas kematian 300,000 penduduk Darfur dan membuat hampir 3 juta lainnya mengungsi. Di samping juga kematian 2 juta jiwa selama perang saudara kedua. Omar Al Bashir juga bertanggung jawab atas kebrutalan kampanye militer di Timur sudan yang menyebabkan ribuan suku Beja dan Arab Rashaida tewas.
Apa pun hasil dari referendum 9 Januari tampaknya konflik tak akan dapat dihindarkan. Untuk itu sejak jauh - jauh hari banyak lembaga kemanusiaan internasional termasuk aktivis kemanusiaan sudah mengkampanyekan untuk mencegah perang yang mungkin akan terjadi antara Sudan Utara dan Selatan. Bahkan beberapa lembaga kemanusiaan internasional sudah mulai menyiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk, krisis kemanusiaan yang akan mungkin terjadi di sudan.
Di Samping kemungkinan perang antara Utara dan Selatan, harus juga diketahui bahwa kegagalan perundingan Doha antara rezim Omar Al Bashir dengan JEM (Justice and Equality Movement) membuka kemungkinan perang terus berlanjut di Darfur. Hal ini diperparah dengan gelombang kekerasan yang terjadi di Darfur sejak 10 Desember lalu, yang berpuncak pada pertempuran Dar El Salam, 56 Km utara El Fasher, ibukota Darfur Utara. Gelombang kekerasan yang terjadi sejak awal desember tersebut telah menyebabkan 32,000 jiwa mengungsi. Sementara itu untuk pertama kalinya sejak 2004 tiga faksi pemberontak di Darfur bekerja sama untuk menahan serbuan tentara pemerintah Sudan. Dalam pertempuran Dar El Salam milisi pemberontak JEM bersama milisi yang loyal kepada Minni Minawi dan Abdel Wahed Nur bekerja sama mengusir tentara pemerintah dari kota Dar El Salam. Setidaknya 40 pemberontak, 2 tentara pemerintah tewas dan ratusan warga mengungsi.
Omar Al Bashir pada Rabu, 29 Desember 2010 mengeluarkan ultimatum pada kelompok - kelompok pemberontak Darfur, "Jika kita mencapai kesepakatan, Alhamdulillah. Namun jika tidak kami akan menarik tim perunding kami dan perundingan selanjutnya hanya akan dilakukan di Darfur. Kami akan memerangi mereka yang memutuskan untuk mengangkat senjata dan kami akan berunding dengan mereka yang menginginkan pembangunan"
di 2011 ini Sudan menghadapi kemungkinan konflik di dua front. front pertama di perbatasan Sudan Utara dan Sudan Selatan, terutama di Abyei, Pegunungan Nuba, Nil Biru, Kordofan dan Bahr Al Ghazal. Bahkan International Crisis Group menjuluki Kordofan sebagai Darfur kedua karena kemungkinan konflik yang sangat besar antara Suku Nuba yang mendukung selatan dan Arab Baggara yang mendukung utara.
Front kedua terletak di Darfur, dengan kemungkinan konflik Darfur yang berlangsung sejak 2003 terus berlanjut paska gagalnya perundingan Doha. Sebenarnya ada kemungkinan front ketiga krisis kemanusiaan dalam skala lebih kecil, yaitu di timur Sudan, terutama di negara bagian Kassala, Al Qadarif dan Laut Merah antara suku Beja dan Arab Rashaida dengan tentara pemerintah Sudan.
Selain perang, krisis kemanusiaan di Sudan diperkirakan juga akan terjadi akibat kekeringan berkepaanjangan yang sudah berlangsung sejak 10 tahun lalu. Kekeringan yang juga menjadi salah satu pemicu Perang Darfur pada 2003 tampaknya belum akan usai, bahkan ditakutkan semakin meluas. Dan di dua daerah konflik di Sudan (Darfur dan Timur Sudan) kekeringan ekstrim telah menambah penderitaan warga setempat.
Semoga saja referendum 9 Januari dapat berjalan lancar, dan apapun hasilnya tidak akan membuka pintu konflik baru di Sudan. Dan tugas bagi para penggiat kemanusiaan untuk turut memantau serta mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi di Sudan.
Sumber:
Al Jazeera
Reuters
Wikipedia
International Crisis Group
Minggu, 05 Desember 2010
Pre Hipertensi (1)
Rekor tertinggi tekanan darah saya terjadi kemarin (5/12) yang mencapai 142/98 mmHg. Ketika itu dr. Bambang dengan nada agak heran menyarankan saya untuk kembali memeriksa tekanan darah sebanyak tiga kali dan kemudian di rata-rata. Jika sistoliknya tetap diatas 139 dan diastoliknya di atas 89 bisa jadi saya benar - benar menderita hipertensi.
Alhamdulillah ternyata nilai rata - ratanya masih di bawah 139/89 mmHg. Tekanan darah saya menunjukkan nilai 135/89 mmHg. Hanya sedikit di bawah batas nilai tekanan darah penderita hipertensi stadium 1. Tapi tetap saja pengukuran tekanan darah saya selama 2 tahun belakangan selalu menunjukkan nilai di atas 120/80 mmHg. Atau dengan kata lain saya sudah termasuk ke dalam kategori pre hipertensi.
Sekilas Hipertensi
Ketika darah melewati arteri muncul tekanan pada arteri sebagai akibat dari pergerakan jantung dan darah. Tekanan darah diukur dengan dua parameter, yaitu sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik menunjukkan kekuatan tekanan darah saat jantung kontraksi, sedangkan tekanan diastolik menunjukkan kekuatan tekanan darah saat jantung dilatasi. Tekanan darah diukur dengan menggunakan alat yang bernama sphigmomanometer atau sering disebut juga dengan tensimeter.
Hipertensi merupakan sebuah kondisi dimana tekanan darah seseorang melebihi nilai 120/80 mmHg. Hipertensi tidak langsung menyebabkan kematian, namun hipertensi dapat memicu munculnya penyakit lain yang dapat membunuh penderitanya, seperti gagal jantung, gagal ginjal dan stroke.
Hipertensi diperkirakan di derita oleh 1 milyar penduduk bumi, atau 1 dari 4 orang di dunia menderita hipertensi. Menurut Dr. Djoko Maryono DSPD DSJP FIHA FASE hipertensi saat ini menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Angka kematian akibat hipertensi sama dengan angka kematian akibat jantung koroner.
Menurut resikonya, wanita lebih beresiko terserang hipertensi dibanding dengan pria. Sementara itu wanita yang sudah menopause dua kali lebih beresiko terserang hipertensi dibandingkan dengan wanita pre menopause.
Penyebab wanita lebih beresiko terkena hipertensi menurut Dr. Djoko Maryono DSPD DSJP FIHA FASE adalah karena wanita memiliki berat badan rata - rata lebih besar dari pada pria. Di samping itu wanita juga cenderung lebih sedikit beraktivitas dan makan leboh banyak dibandingkan dengan pria.
satu - satunya cara untuk mendeteksi hipertensi adalah dengan melakukan pengukuran tekanan darah. Hipertensi juga disebut dengan the silent killer karena sering kali tidak menimbulkan tanda - tanda yang berarti.
Tekanan darah diklasifikasikan menjadi 4 kategori menurut The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure, kategori tekanan darah dapat dilihat pada tabel di bawah ini
| Kategori Tekanan Darah | Tekanan Sistolik dan Diastolik (mmHg) |
| Normal | <> |
| Prehipertensi | 120 - 139 atau 80 - 89 |
| Hipertensi Stadium I | 140 - 159 atau 90 - 99 |
| Hipertensi Stadium II | > 160 atau > 100 |
Walaupun tekanan darah saya masih tergolong ke dalam kategori pre hipertensi, namun tampaknya saya mulai harus merubah pola hidup saya. Karena walaupun pre hipertensi bukan merupakan suatu penyakit namun pre hipertensi dapat menjadi indikasi bagi orang - orang yang beresiko tinggi terkena hipertensi di masa yang akan datang. Wallahu 'alam
Sumber:
http://naturindonesia.com/artikel-berbagai-penyakit-degeneratif/461-waspadai-hipertensi-si-pemicu-penyakit-kelas-berat.html
http://thesecretalert.wordpress.com/2008/12/04/definisi-dan-klasifikasi-hipertensi/
http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1142327826,23515,
Kamis, 02 Desember 2010
Hadapi musibah dengan senyum bersama Said Nursi
Duhai orang miskin, jauhi dan tawakallah!
Jika kau arahkan munajatmu pada Tuhan Sang Pemberi, pasti kan kau dapat
Sebab, segala sesuatu adalah anugerah-Nya
Dan segala sesuatu adalah suci
Tanpa Allah; engkau akan tersesat dan cemas di dunia ini
Apakah anda mengeluhkan butir pasir, sedangkan orang lain mendapatkan musibah sebesar dunia?
Sungguhlah keluhan itu hanyalah musibah di atas musibah
Dosa di atas dosa dan derita!
Jika anda tersenyum di hadapan musibah...
Niscaya ia akan layu dan larut...
Di bawah mentari kebenaran, menjadi butiran - butiran es
Saat itulah duniamu tersenyum
Senyuman yang menyiratkan keyakinan
Senyuman gembira karena pancaran keyakinan...
Senyuman kagum karena rahasia - rahasia keyakinan...
(Bediuzzaman Said Nursi dalam Cahaya Kedua Kitab Al Lama'at)
Jumat, 26 Maret 2010
Sekilas Mengenai Perubahan Iklim
Penyebab perubahan iklim
Di dalam atmosfer Bumi yang terdiri dari berbagai macam gas terdapat beberapa jenis gas yang transparan dan dapat ditembus oleh sinar ultraviolet dan cahaya lain yang terlihat namun pada saat yang bersamaan akan menyerap radiasi inframerah. Gas – gas ini dapat dilewati oleh sinar matahari sehingga energy panas dari matahari dapat diserap oleh permukaan bumi, namun ketika sinar matahari yang sama dipantulkan dalam bentuk radiasi inframerah oleh permukaan Bumi panas yang ada akan diserap oleh gas rumah kaca yang ada di dalam atmosfer. Beberapa diantara gas – gas rumah kaca yang paling banyak terdapat di atmosfer Bumi adalah,
1. Karbon dioksida (CO2)
Karbon doksida dihasilkan oleh pernafasan manusia, pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, gas, batu bara), penebangan hutan (mengakibatkan karbon dioksida yang terikat di dalam kayu terlepas kembali ke atmosfer disamping juga mengurangi kemampuan hutan untuk mengikat karbon dioksida). Sejak tahun 1958 hingga 2001 saja kadar karbon dioksida di atmosfer Bumi telah meningkat 17 persen dari 315 ppm (parts per million) menjadi 370 ppm. Peningkatan kadar karbon dioksida diperkirakan sebesar 0,3 persen per tahun. Dengan kontribusi terhadap pemanasan global sebesar 67 persen menjadikan karbon dioksida menjadi penyebab utama dari pemanasan global yang saat ini sedang berlangsung
2. Chlorofluorocarbons (CFCs)
Berasal sepenuhnya dari kegiatan manusia. Chlorofluorocarbons secara luas digunakan sebagai gas pendingin pada kulkas dan AC. Walaupum jumlahnya sedikit namun CFCs merupakan gas rumah kaca paling efisien dengan tingkat efisiensi 15,000 lebih efisien dalam menahan panas dibanding CO2
3. Metan
Sebagian Metan berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Namun sebagian besar berasal dari aktivitas alami berbagai macam makhluk hidup seperti beberapa jenis bacteria, dan binatang ternak.
4. Nitrous Oksida
Gas rumah kaca yang paling kecil kontribusinya terhadap pemanasan global. Berasal sebagian besar dari bahan bakar fosil dan pupuk yang menganduk nitrogen.
Dampak Perubahan Iklim
1. Kenaikan permukaan laut
Menghangatnya suhu Bumi akan menyebabkan kenaikan permukaan laut. Naiknya permukaan laut disebabkan oleh dua hal, pertama oleh pemuaian tubuh air akibat menghangatnya suhu air sehingga air yang ada di laut membutuhkan ruangan lebih. Kedua oleh mencairnya kutub utara, kutub selatan dan berbagai gletser yang menyebabkan volume air bertambah. Kenaikan permukaan laut berkaitan erat dengan kenaikan jumlah karbon dioksida. Diperkirakan dengan kadar CO2 mencapai 550 ppm (dua kali kadar CO2 pada masa sebelum revolusi industri) permukaan laut akan naik setinggi 100 cm. Kadar CO2 sebesar 1100 ppm akan menyebabkan permukaan air laut naik setinggi 200 cm.
Kenaikan permukaan laut setinggi 50 cm saja akan menyebabkan jumlah penduduk yang beresiko tinggi terkena gelombang laut saat terjadi badai meningkat hingga 2 kali lipat dari 45 juta jiwa menjadi 90 juta jiwa.
2. Kekacauan dalam siklus air
Meningkatnya suhu permukaan Bumi akan menyebabkan peningkatan penguapan air yang akan mengakibatkan beberapa daerah menjadi lebih kering sehingga terjadi kekeringan. Sementara itu di atmosfer akan terjadi peningkatan kelembaban akan menyebabkan curah hujan lebih tinggi di daerah lain yang akan menyebabkan banjir, longsor dan berbagai bencana lainnya.
Hal ini akan menyebabkan penurunan muka air sungai dan danau yang pada akhirnya akan berdampak berupa kekeringan, penurunan kualitas air, selain itu hal tersebut juga akan berdampak pada dunia pelayaran sungai, pembangkit listri tenaga air dan tentunya berdampak negative pada pertanian.
3. Dampak Kesehatan
Kenaikan suhu Bumi akan berdampak banyak pada kesehatan manusia. Suhu yang lebih hangat akan menyebabkan system cardiovascular bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tubuh tetap dingin sehingga menyebabkan peningkatan kemungkinan serangan jantung atau penyakit cardiovascular lainnya. Contohnya gelombang panas dengan suhu mencapai 320 C pada tahun 1995 di Chicago menyebabkan 700 orang tewas. Jika kadar CO2 mencapai 550 ppm gelombang panas akan menyerang 6 kali lebih sering.
Menghangatnya suhu permukaan Bumi akan menyebabkan juga peningkatan kada ozon di permukaan Bumi yang akan menyebabkan peningkatan kemungkinan kerusakan lapisan tisu di paru – paru manusia, disamping juga akan meningkatkan efek serbuk dan spora pada paru – paru yang dapat memicu berbagai penyakit pernafasan, asma, dan alergi.
Pada saat yang bersamaan berbagai jenis penyakit yang hanya terdapat di kawasan dengan suhu hangat akan menyebar seiring dengan menghangatnya seluruh permukaan Bumi. Disamping juga memicu munculnya berbagai penyakit baru.
4. Perubahan pada hutan
Peningkatan suhu Bumi akan menyebabkan beberapa jenis tumbuhan tidak bisa beradaptasi dan pada akhirnya punah. Peningkatan suhu juga akan memicu kebakaran hutan lebih sering. Akibatnya luas hutan akan berkurang secara drastic.
5. Dampak pada pertanian dan produksi bahan pangan
Kenaikan CO2 sampai kadar 550 ppm akan meningkatkan produksi pertanian 30 – 40 persen di sebagian kawasan Bumi, namun pada saat yang bersamaan di kawasan lainnya produksi pertanian akan berkurang dengan jumlah yang kurang lebih sama. Pertanian di negara miskin dan berkembang akan terkena dampak dari perubahan suhu, baik Karena kekurangan air maupun peningkatan suhu itu sendiri sehingga meningkatkan potensi kelaparan di berbagai negara miskin dan berkembang, terutama di Afrika dan Asia.
Mitigasi
1. Penggunaan teknologi solar cell pada mobil dan bus akan secara signifikan mengurangi emisi gas – gas rumah kaca, dan konsumsi minyak bumi serta Penggunaan bahan tahan lama dan lebih ringan pada semua moda transportasi sehingga dapat mengurangi biaya, bahan bakar dan meningkatkan efisiensi.
2. Penggunaan teknologi solar-cell untuk pembangkit listrik, dan bangunan “Zero energy” yang mengurangi kebutuhan energy dan dapat memproduksi sumber energy sendiri (contohnya dengan menggunakan atap photovoltaic)
3. Penggunaan pembangkit listrik tenaga angin yang dikombinasikan dengan penyimpanan energy udara bertekanan akan menghasilkan energy yang kompetitif dengan yang dihasilkan dari pembakaran batu bara.
4. Penghijauan dengan reboisasi hutan, pembuatan taman kota, penanaman kembali terumbu karang dan hutan bakau akan secara signifikan meningkatkan kemampuan alam untuk mengikat CO2 dari atmosfer
5. Pemetaan dan penerbitan aturan mengenai tata guna lahan secara ketat serta aturan mengenai pengolahan limbah industri untuk mengurangi resiko perusakan alam, disamping juga akan melindungi penduduk dari kemungkinan bencana akibat perubahan iklim
6. Menerapkan prinsip reuse, reduce, recycle
7. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mengontrol diri untuk dapat menghargai alam dengan menggunakan sumber daya seminimal mungkin dan tidak merusak alam dalam bentuk apapun.
Daftar Pustaka
Enger, Eldon D. & Smith, Bradler F. 2004. Environmental Science A Study of Interrelationship. New York: The McGraw – Hill Companies
Friedman, Thomas L. 2009. Hot, Flat and Crowded. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Earth Hour 2010
Untuk kawan semua, sekedar mengingatkan besok tgl 27 Maret 2010 yang merupakan sabtu terakhir di bulan maret ini juga merupakan waktu salah satu event yang menunjukkan kepedulian kita terhadap Bumi kita tercinta ini. Event tersebut adalah Earth Hour 2010.
Sejak tahun 2007 orang - orang dari berbagai negara ikut serta dalam kegiatan Earth Hour yang intinya adalah usaha simbolik untuk mengurangi penggunaan energi terutama listrik sebagai salah satu cara untuk mencegah perubahan iklim yang beberapa tahun belakangan ini semakin terasa.
Hanya satu jam tanpa menggunakan lampu atau peralatan listrik lainnya, tentu tidak akan berat Insya Allah. Dengan 1 jam itu kita bisa menggunakannya untuk berjalan - jalan bersama keluarga keliling lingkungan, atau mungkin sekedar duduk - duduk di halaman dan melihat indahnya langit malam. Setidaknya selama 1 jam itu kita bisa kembali merenungi apa saja yang telah Bumi berikan kepada kita dan apa balasan kita terhadap Bumi tempat kita tinggal ini.
Earth Hour pada dasarnya merupakan kampanye simbolik untuk menunjukkan sekaligus menyadarkan kita untuk bisa mengontrol diri, terutama dalam penggunaan sumber daya yang ada. Walaupun simbolik, namun Earth Hour sangat bermanfaat untuk kembali menyadarkan diri kita sekaligus untuk menunjukkan bahwa kita peduli terhadap kelestarian Bumi ini agar anak cucu kita dapat mewarisi Bumi minimal sesuai kondisi saat kita mewarisi Bumi ini dari pendahulu kita.