Sabtu, 05 Februari 2011
Syaikh Muhammad Hassan Tentang Revolusi Mesir
Senin, 31 Januari 2011
Revolusi Mesir -1
25 Januari 2011 dengan slogan يوم الغضب atau hari amarah, ratusan ribu rakyat mesir turun ke jalan untuk pertama kalinya dengan skala yang sangat besar. Tidak hanya di Kairo, tapi juga di Alexandria, Suez, Mahalla, Ismailliya, Aswan dan kota - kota lainnya di seluruh mesir. Terisnpirasi oleh revolusi Yasmin di Tunisia yang berhasil menggulingkan rezim Zine Al Abidin Bin Ali, pihak oposisi Mesir mulai bergerak mengorganisasi protes dalam skala besar.
gerakan 25 Januari sangat mengejutkan banyak pihak, karena diorganisir oleh kelompok pemuda Mesir melalui jejaring facebook dan twitter. Di sisi lain pihak oposisi terbesar di Mesir, Ikhwan al Muslimin tidak secara resmi memberikan dukungannya, walaupun banyak anggota Ikhwan al Muslimin yang ikut bergabung dalam aksi tersebut, terutama di Alexandria yang merupakan basis kekuatan Ikhwan al Muslimin.
Dalam aksi tersebut 3 demonstran dan 3 polisi tewas. Sebagian besar di Suez, kota industri di mulut terusan Suez. Sebagai reaksi dari kebrutalan polisi pada Jumat, 28 Januari 2011 kelompok - kelompok oposisi menyerukan rakyat Mesir untuk kembali turun ke jalan dalam جمعة الغضب, setelah pelaksanaan Sholat Jumat.
Pada hari jumat itulah demonstrasi dalam jumlah luar biasa besar turun ke jalan - jalan setelah selesai sholat Jumat. di halaman - halaman puluhan bahkan ratusan Masjid di Mesir para jamaah dan demosntran berkumpul dan memulai aksi demonstrasi mereka. Di Alexandria demonstrasi dimulai di salah satu Masjid yang pada tahun lalu juga digunakan untuk tempat demonstrasi kelompok aktivis HAM dalam mengecam kebrutalan polisi yang menyiksa Khalid said.
Muhammad Bouazizi di Tunisia, Khalid Said di Mesir

Revolusi yasmin di Tunisia berawal saat Muhammad Bouazizi, se
3 polisi wanita menyita gerobak Bouazizi dan mempermalukannya di depan umum dengan mencerca, meludahi hingga memukulinya. Diduga insiden tersebut terjadi karena Bouazizi tidak mampu menyuap ketiga polisi tersebut, sehingga membuat ketiganya marah. Bouazizi sebelumnya sudah berkali - kali berurusan dengan para polisi korup karena tidak mampu membayar suap.
Namun kali ini Bouazizi tidak tinggal diam, dia memprotes perlakuan polisi tersebut ke kantor gubernur Sidi Bouzid. Karena diabaikan Muhammad Bouazizi kemudian membakar dirinya di depan kantor gubernur Sidi Bouzid. Insiden tersebut membakar amarah warga Sidi Bouzid dan kemudian menjalar ke berbagai kota di Tunisia paska kematian Bouazizi. Sejak itulah Bouazizi menjadi inspirasi bagi warga Tunisia untuk tidak lagi tinggal diam atas kesewenang - wenangan rezim Zine Al Abidin Bin Ali.

Jika di Tunisa ada Muhammad B
Kebrutalan polisi tampak dari hancurnya tengkorak dan wajah Khalid Said. Penyiksaan yang terjadi di depan umum tersebut menunjukkan kesewenang - wenangan aparat polisi di Mesir. Sebelumnya kebrutalan polisi Mesir sudah terkenal namun tidak secara terbuka ditunjukkan. Paska insiden Khalid Said brutalitas polisi Mesir mulai mendapat perhatian luas, terutama setelah foto wajah Khalid Said yang hancur tersebar luas.
Jum'at Al Ghadhab (جمعة الغضب)

Jum'at 28 Januari 2011, demonstrasi lebih besar terjadi di berbagai penjuru Mesir. Setelah sholat Jumat ratusan ribu orang kembali turun ke jalan menuntut pengunduran diri Hosni Mubarak. slogan كفاية (cukup) bergaung di Lapangan Tahrir, Masjid Al Azhar, dan Jembatan 6 Oktober di Kairo. Sementara di Alexandria Ikhwan al Muslimin secara aktif mengorganisasi aksi جمعة الغضب. Bermula dari Masjid - Masjid aksi di Alexandria bisa dikatakan lebih bernuansa Islamis dibanding aksi pada hari yang sama di Kairo, Suez, Mahalla, Ismailiyya dan kota - kota lainnya.
Di Suez demonstran meneriakkan slogan silmiyyah, silmiyyah yang berartidemonstran ingin melakukan aksi damai. Suez sejak 25 Januari telah menjadi tak ubahnya medan tempur, dengan konfrontasi paling keras antara polisi dan demonstran terjadi di sana.
Di Sinai, kelompok Arab Badui tak ketinggalan ikut serta dalam usaha menggulingkan Hosni Mubarak, setelah sehari sebelumnya terjadi baku tembak antara polisi dan pemuda Badui di Syeikh Zoweid.
Aksi hari jumat menjadi turning point bagi politik Mesir. Untuk pertama kalinya pondasi - pondasi kekuasaan rezim Hosni Mubarak goyah. kantor partai berkuasa di bakar di Kairo. beberapa kantor polisi di Alexandria dan Suez dibakar demonstran. dan polisi untuk pertama kalinya kalah dalam konfrontasi dengan demonstran.

dua video dari al masry al youm menunjukkan gambaran aksi جمعة الغضب. video pertama menunjukkan konfrontasi antara demonstran dengan polisi di Jembatan Qasr Nil, ketika ratusan ribu demonstran dilarang melanjutkan aksi ke Lapangan Tahrir
Video kedua menunjukkan ribuan demonstran berhasil menduduki sebuah kantor polisi di Arba'in, Suez.

Minggu, 16 Januari 2011
Poem on Jannah By Ammar Al Shukry
Beautiful poem written by Ammar Al Shukry about paradise (Jannah). This Video produce by Bilal Khan from Leechon Inc.
Ammar Al Shukry is one of du'at in New York.
This poem describe the condition in jannah, and motivate us to pursue jannah by doing everything that is obligatory upon us and stay away from everything that Allah 'Azza Wa Jalla forbade us. We ask Allah to rewards both brothers for their efforts to reminds us, and we ask Allah to soften our heart and make us steadfast in Shiratal Mustaqim, Aamin
Here is the transcript of the poem:
Close your eyes and imagine this
Eternal bliss,
your every wish,
at your finger tips
and more...
Perched on a throne, near a stream
So serene, and exquisite a scene
You've never seen
Yet you still dream
of more....
Gone is grief, gone is fear
Gone is pain, gone are tears
Idle speech you shall never hear
And the Prophets make up your social sphere
and more...
The martyrs, righteous and truthful too
You are from them, and they from you
They held tightly to what they knew was true
To accompany them, you did too
theres more..
Maidens, chaste, who restrain their gaze
Lost in a glance for days and days
Fun and frolic, as a child plays
Where the breath that leaves your lips is praise
of the One that gave you more
Imagine you and your father, with ages the same
Imagine showing off your book with no shame
Imagine nights with the Companions, with their stories to entertain
Imagine Muhammad (S) knowing your name
What could be there more..
Gardens underneath which rivers flow
A goal so far, and yet so close
A journey worth taking, for those who know
Do you not wish to go..
for more?
For all the bounties, all the grace
All the pleasures, sights, smells and tastes
Will be forgotten, without a trace
as if frozen in time and space
When you see His Face
What an excellent Master, of a miserable slave
You forgot and He forgave
He gave you guidance, you still strayed
You asked for mercy, that He gave
and more...
Rabu, 05 Januari 2011
Darfur: A Call to Action
Darfur: A Call To Action adalah sebuah film dokumenter yang dibuat oleh Save Darfur Coalition yang menjelaskan secara singkat mengenai konflik Darfur yang berlangsung sejak tahun 2003. Film ini menceritakan tentang pandangan agama - agama besar (Islam, Kristen dan Yahudi) terhadap kejahatan kemanusiaan, dan dengan itu memberikan landasan moral untuk membantu penduduk Darfur.
Film ini menceritakan pada kita bahwa pesan moral yang dibawa oleh agama - agama tentang perdamaian dan persaudaraan merupakan instrumen yang sangat kuat untuk mengalahkan kesewenang-wenangan. Semoga menginspirasi kita untuk bertindak, sekecil apapun tindakan kita tentu akan sangat berarti bagi saudara kita di Darfur. Karena sudah menjadi kewajiban kita sebagai Muslim dan sesama manusia untuk membantu meringankan penderitaan sesama.
Jika tidak dapat ditonton, silakan buka halaman http://video.google.com/videoplay?docid=8549521978463370846&ei=-OshSefgI5ycrAKB84noBg&q=darfur+a+call+to+action#
Satu Lagi Krisis Kemanusiaan?
Bismillahir Rahmaanir Rahiim
Biru: Sudan Selatan
Hijau: Darfur
Merah: Abyei
Pink: Pegunungan Nuba dan Nil Biru
Ungu: Front Timur
9 Januari 2011 akan menjadi tanggal penentuan bagi Sudan. Pada hari itu akan diselenggarakan referendum yang akan menentukan apakah Sudan Selatan akan tetap bergabung dengan Sudan atau akan menjadi negara sendiri. Pada tanggal yang sama Abyei, kawasan di perbatasan Sudan Selatan dan Utara juga akan menyelenggarakan referendum untuk memutuskan akan bergabung dengan utara atau selatan. Referendum yang merupakan salah satu keputusan dalam perjanjian damai antara pemerintah Sudan di bawah rezim Omar Al Bashir dengan kelompok pemberontak SPLA (Sudan People's Liberation Army) di bawah pimpinan Dr. John Garang merupakan tonggak sejarah yang akan menentukan sejarah Sudan ke depan.
Namun yang menjadi kekhawatiran banyak pihak bukan mengenai pelaksanaan referendum atau kemungkinan Sudan selatan menjadi negara sendiri, Kekhawatiran banyak pihak justru lebih pada kemungkinan pecahnya perang baru paska referendum. Bagi sebagian besar penduduk di Sudan Utara kemungkinan Sudan Selatan menjadi negara terpisah bisa dikatakan sudah menjadi pendapat umum, walaupun sebagian masih tetap berusaha untuk mengkampanyekan Sudan yang bersatu. Di sisi lain penduduk Sudan selatan tampak tidak sabar untuk menyongsong referendum 9 Januari, dan bahkan jauh sebelum referendum dilaksanakan penduduk Sudan Selatan sudah terbawa eforia kemerdekaan Sudan Selatan.
Bahkan Omar Al Bashri dalam salah satu pernyataannya mengungkapkan bahwa ia akan menghormati hak penduduk sudan Selatan untuk menentukan nasibnya sendiri. Berpisahnya Sudan Selatan dari Sudan mungkin tidak dapat terelakan. Karena berbagai faktor sejarah penduduk Selatan yang mayoritas beragama Kristen dan Animisme tampaknya sangat tidak ingin bersatu dengan Utara yang mayoritas dihuni Nubia Arab yang beragama Islam. walaupun interaksi antara penduduk utara dan selatan telah berlangsung selama ratusan tahun, namun perang saudara Sudan yang terjadi sebanyak dua kali lah yang menjadi titik tolak hubungan utara dan selatan Sudan.
Perang saudara pertama terjadi pada tahun 1955 - 1972 yang mengakibatkan kurang lebih 500,000 jiwa tewas dan ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi. sebagian besar korban jiwa dan pengungsi berasal dari Sudan Selatan. Perang saudara kedua terjadi pada tahun 1983 - 2005 dan menewaskan 2 juta jiwa, dan lebih dari 4 juta lainnya terpaksa mengungsi. sebagian besar korban juga merupakan warga Sudan Selatan. Pada perang saudara kedua inilah Omar Al Bashir yang memperoleh kekuasaan melalui pemberontakan dengan dukungan Hassan at Turabi menggunakan Islam sebagai salah satu instrumen untuk mendapatkan dukungan dari penduduk sudan utara dalam menghadapi pemberontak SPLA.
Dengan menggunakan dalih Jihad, rezim Omar Al Bashir melakukan kekejaman yang sangat membekas di benak sebagian besar penduduk Sudan selatan yang mayoritas memang non Muslim. Namun pelanggaran HAM tidak mutlak dilakukan oleh pihak utara, pihak selatan yang dikomandoi SPLA juga turut serta melakukan pelanggaran HAM, terutama terhadap penduduk Arab Misseriyya, Sulaim dan Baggara dan suku - suku Muslim lainnya yang tinggal di 3 kawasan perbatasan utara dan selatan, yaitu Abyei, Pegunungan Juba dan Nil biru. Sementara 3 kawasan di selatan sudan merupakan kawasan paling parah yang mengalami kerusakan. Bahr Al Ghazal yang dulu pernah dikuasai Amir Muslim terkenal Az Zubair Rahma Manshur dan menjadi tempat interaksi suku - suku Arab Muslim dengan suku - suku Afrika seperti Nuer, Dinka, Shilluk dan Acholi yang mayoritas merupakan penganut Animisme dan Kristen menjadi lokasi perang paling sengit. Ratusan ribu penduduk selatan dipaksa pindah ke utara, terutama ke Khartoum dan kawasan sekitarnya, dan terus hidup dalam kemiskinan ekstrim. Banyak penduduk selatan yang tinggal di utara diperlakukan sebagai warga negara kelas dua oleh rezim Omar Al Bashir.
Dan saat ini ketika ada kesempatan bagi penduduk selatan untuk memutuskan nasib mereka sendiri, maka ratusan ribu penduduk selatan yang dipaksa tinggal di utara berbondong - bondong kembali ke tanah kelahiran mereka di selatan. 4 juta penduduk Sudan selatan sudah terdaftar untuk ikut serta dalam referendum 9 Januari. Namun potensi konflik masih terbuka lebar. Selain kawasan perbatasan yang terdiri dari Abyei, Pegunungan Nuba dan Nil biru yang pasti akan diperebutkan oleh kedua belah pihak, masalah demografi juga menjadi masalah. Ada ratusan ribu penduduk utara yang saat ini tinggal di selatan, dan karena latar belakang etnis mereka tidak berhak ikut dalam referendum 9 Januari. Selain itu warga Muslim dari suku Dinka, Nuer dan suku - suku lainnya yang merupakan kelompok minoritas walaupun mereka berhak ikut dalam referendum, namun tetap saja mereka mengalami ketakutan jika sudan selatan merdeka meraka akan menjadi sasaran balas dendam oleh penduduk selatan. Karena identitas agama mereka yang identik dengan penduduk utara (Islam) mereka sering menghadapi diskriminasi oleh sesama penduduk selatan. warga Muslim lokal bersama warga Muslim Arab yang berasal dari Sudan utara sama - sama berbagi ketakutan akan menjadi sasaran balas dendam warga selatan jika Sudan Selatan merdeka.
Di samping faktor trauma sejarah selama 2 kali perang saudara, kemungkinan konflik juga terbuka karena sebagian besar penduduk utara yang tinggal di selatan merupakan kelas menengah dan menguasai perdagangan di selatan. Sementara itu penduduk selatan maupun penduduk selatan yang kembali dari Khartoum sebagian besar hidup dalam kemiskinan.
Persoalan lainnya adalah suku - suku Arab nomaden, seperti Arab Misseriyya dan Arab Sulaim yang hidupnya berpindah mengikuti curah hujan. kawasan yang dihuni oleh suku - suku Arab Muslim ini merupakan kawasan perbatasan Utara dan Selatan yang diperebutkan. Arab Misseriyya menempati kawasan Kordofan yang masuk dalam Sudan Utara, namun Abyei merupakan tanah asal leluhur mereka, dan kadang mereka juga menggembalakan ternak mereka hingga kawasan Bahr Al Ghazal di Sudan Selatan. Arab Sulaim menghabiskan 11 bulan dalam satu tahun menggembalakan ternak mereka di Bahr Al Ghazal dan Nil Atas yang masuk kawasan Sudan Selatan. Namun karena mereka Arab (walaupun aslinya mereka adalah suku afrika yang terarabkan) mereka tidak berhak ikut dalam referendum 9 Januari.
Ketika 9 Januari makin mendekat, ketegangan antara suku - suku yang bertetangga selama ratusan tahun ini pun mulai tampak. Ketika Suku Dinka di Abyei dengan semangat mengkampanyekan agar Abyei bergabung dengan selatan, Suku Arab Misseriyya menyatakan mereka tidak akan pernah membiarkan Abyei dianeksasi oleh selatan.
Bishtina Muhammad Al Salam, salah satu pimpinan Suku Arab Misseriyya bahkan mengancam, "Jika orang - orang Dinka memutuskan bergabung dengan Selatan, maka akan ada perang tanpa alasan lagi"
Di Pegunungan Nuba, konflik antara Suku Nuba yang mendukung SPLA dengan Suku Arab Baggara telah berlangsung sejak perang saudara kedua, konflik antara keduanya dapat kembali pecah paska referendum 9 Januari.
Omar Al Bashir sendiri dalam salah satu kesempatan menungkapkan bahwa tidak akan ada alternatif dari persatuan Sudan. Pernyataannya ini membuat banyak membuat takut banyak aktivis perdamaian. Karena Omar Al Bashir yang di dakwa oleh ICC melakukan kejahatan perang dan genosida pada 2009 dan 2010 silam merupakan tokoh yang terkenal dengan kebrutalannya. Omar Al Bashir bertanggung jawab atas kematian 300,000 penduduk Darfur dan membuat hampir 3 juta lainnya mengungsi. Di samping juga kematian 2 juta jiwa selama perang saudara kedua. Omar Al Bashir juga bertanggung jawab atas kebrutalan kampanye militer di Timur sudan yang menyebabkan ribuan suku Beja dan Arab Rashaida tewas.
Apa pun hasil dari referendum 9 Januari tampaknya konflik tak akan dapat dihindarkan. Untuk itu sejak jauh - jauh hari banyak lembaga kemanusiaan internasional termasuk aktivis kemanusiaan sudah mengkampanyekan untuk mencegah perang yang mungkin akan terjadi antara Sudan Utara dan Selatan. Bahkan beberapa lembaga kemanusiaan internasional sudah mulai menyiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk, krisis kemanusiaan yang akan mungkin terjadi di sudan.
Di Samping kemungkinan perang antara Utara dan Selatan, harus juga diketahui bahwa kegagalan perundingan Doha antara rezim Omar Al Bashir dengan JEM (Justice and Equality Movement) membuka kemungkinan perang terus berlanjut di Darfur. Hal ini diperparah dengan gelombang kekerasan yang terjadi di Darfur sejak 10 Desember lalu, yang berpuncak pada pertempuran Dar El Salam, 56 Km utara El Fasher, ibukota Darfur Utara. Gelombang kekerasan yang terjadi sejak awal desember tersebut telah menyebabkan 32,000 jiwa mengungsi. Sementara itu untuk pertama kalinya sejak 2004 tiga faksi pemberontak di Darfur bekerja sama untuk menahan serbuan tentara pemerintah Sudan. Dalam pertempuran Dar El Salam milisi pemberontak JEM bersama milisi yang loyal kepada Minni Minawi dan Abdel Wahed Nur bekerja sama mengusir tentara pemerintah dari kota Dar El Salam. Setidaknya 40 pemberontak, 2 tentara pemerintah tewas dan ratusan warga mengungsi.
Omar Al Bashir pada Rabu, 29 Desember 2010 mengeluarkan ultimatum pada kelompok - kelompok pemberontak Darfur, "Jika kita mencapai kesepakatan, Alhamdulillah. Namun jika tidak kami akan menarik tim perunding kami dan perundingan selanjutnya hanya akan dilakukan di Darfur. Kami akan memerangi mereka yang memutuskan untuk mengangkat senjata dan kami akan berunding dengan mereka yang menginginkan pembangunan"
di 2011 ini Sudan menghadapi kemungkinan konflik di dua front. front pertama di perbatasan Sudan Utara dan Sudan Selatan, terutama di Abyei, Pegunungan Nuba, Nil Biru, Kordofan dan Bahr Al Ghazal. Bahkan International Crisis Group menjuluki Kordofan sebagai Darfur kedua karena kemungkinan konflik yang sangat besar antara Suku Nuba yang mendukung selatan dan Arab Baggara yang mendukung utara.
Front kedua terletak di Darfur, dengan kemungkinan konflik Darfur yang berlangsung sejak 2003 terus berlanjut paska gagalnya perundingan Doha. Sebenarnya ada kemungkinan front ketiga krisis kemanusiaan dalam skala lebih kecil, yaitu di timur Sudan, terutama di negara bagian Kassala, Al Qadarif dan Laut Merah antara suku Beja dan Arab Rashaida dengan tentara pemerintah Sudan.
Selain perang, krisis kemanusiaan di Sudan diperkirakan juga akan terjadi akibat kekeringan berkepaanjangan yang sudah berlangsung sejak 10 tahun lalu. Kekeringan yang juga menjadi salah satu pemicu Perang Darfur pada 2003 tampaknya belum akan usai, bahkan ditakutkan semakin meluas. Dan di dua daerah konflik di Sudan (Darfur dan Timur Sudan) kekeringan ekstrim telah menambah penderitaan warga setempat.
Semoga saja referendum 9 Januari dapat berjalan lancar, dan apapun hasilnya tidak akan membuka pintu konflik baru di Sudan. Dan tugas bagi para penggiat kemanusiaan untuk turut memantau serta mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi di Sudan.
Sumber:
Al Jazeera
Reuters
Wikipedia
International Crisis Group
Minggu, 05 Desember 2010
Pre Hipertensi (1)
Rekor tertinggi tekanan darah saya terjadi kemarin (5/12) yang mencapai 142/98 mmHg. Ketika itu dr. Bambang dengan nada agak heran menyarankan saya untuk kembali memeriksa tekanan darah sebanyak tiga kali dan kemudian di rata-rata. Jika sistoliknya tetap diatas 139 dan diastoliknya di atas 89 bisa jadi saya benar - benar menderita hipertensi.
Alhamdulillah ternyata nilai rata - ratanya masih di bawah 139/89 mmHg. Tekanan darah saya menunjukkan nilai 135/89 mmHg. Hanya sedikit di bawah batas nilai tekanan darah penderita hipertensi stadium 1. Tapi tetap saja pengukuran tekanan darah saya selama 2 tahun belakangan selalu menunjukkan nilai di atas 120/80 mmHg. Atau dengan kata lain saya sudah termasuk ke dalam kategori pre hipertensi.
Sekilas Hipertensi
Ketika darah melewati arteri muncul tekanan pada arteri sebagai akibat dari pergerakan jantung dan darah. Tekanan darah diukur dengan dua parameter, yaitu sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik menunjukkan kekuatan tekanan darah saat jantung kontraksi, sedangkan tekanan diastolik menunjukkan kekuatan tekanan darah saat jantung dilatasi. Tekanan darah diukur dengan menggunakan alat yang bernama sphigmomanometer atau sering disebut juga dengan tensimeter.
Hipertensi merupakan sebuah kondisi dimana tekanan darah seseorang melebihi nilai 120/80 mmHg. Hipertensi tidak langsung menyebabkan kematian, namun hipertensi dapat memicu munculnya penyakit lain yang dapat membunuh penderitanya, seperti gagal jantung, gagal ginjal dan stroke.
Hipertensi diperkirakan di derita oleh 1 milyar penduduk bumi, atau 1 dari 4 orang di dunia menderita hipertensi. Menurut Dr. Djoko Maryono DSPD DSJP FIHA FASE hipertensi saat ini menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Angka kematian akibat hipertensi sama dengan angka kematian akibat jantung koroner.
Menurut resikonya, wanita lebih beresiko terserang hipertensi dibanding dengan pria. Sementara itu wanita yang sudah menopause dua kali lebih beresiko terserang hipertensi dibandingkan dengan wanita pre menopause.
Penyebab wanita lebih beresiko terkena hipertensi menurut Dr. Djoko Maryono DSPD DSJP FIHA FASE adalah karena wanita memiliki berat badan rata - rata lebih besar dari pada pria. Di samping itu wanita juga cenderung lebih sedikit beraktivitas dan makan leboh banyak dibandingkan dengan pria.
satu - satunya cara untuk mendeteksi hipertensi adalah dengan melakukan pengukuran tekanan darah. Hipertensi juga disebut dengan the silent killer karena sering kali tidak menimbulkan tanda - tanda yang berarti.
Tekanan darah diklasifikasikan menjadi 4 kategori menurut The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure, kategori tekanan darah dapat dilihat pada tabel di bawah ini
| Kategori Tekanan Darah | Tekanan Sistolik dan Diastolik (mmHg) |
| Normal | <> |
| Prehipertensi | 120 - 139 atau 80 - 89 |
| Hipertensi Stadium I | 140 - 159 atau 90 - 99 |
| Hipertensi Stadium II | > 160 atau > 100 |
Walaupun tekanan darah saya masih tergolong ke dalam kategori pre hipertensi, namun tampaknya saya mulai harus merubah pola hidup saya. Karena walaupun pre hipertensi bukan merupakan suatu penyakit namun pre hipertensi dapat menjadi indikasi bagi orang - orang yang beresiko tinggi terkena hipertensi di masa yang akan datang. Wallahu 'alam
Sumber:
http://naturindonesia.com/artikel-berbagai-penyakit-degeneratif/461-waspadai-hipertensi-si-pemicu-penyakit-kelas-berat.html
http://thesecretalert.wordpress.com/2008/12/04/definisi-dan-klasifikasi-hipertensi/
http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1142327826,23515,
Kamis, 02 Desember 2010
Hadapi musibah dengan senyum bersama Said Nursi
Duhai orang miskin, jauhi dan tawakallah!
Jika kau arahkan munajatmu pada Tuhan Sang Pemberi, pasti kan kau dapat
Sebab, segala sesuatu adalah anugerah-Nya
Dan segala sesuatu adalah suci
Tanpa Allah; engkau akan tersesat dan cemas di dunia ini
Apakah anda mengeluhkan butir pasir, sedangkan orang lain mendapatkan musibah sebesar dunia?
Sungguhlah keluhan itu hanyalah musibah di atas musibah
Dosa di atas dosa dan derita!
Jika anda tersenyum di hadapan musibah...
Niscaya ia akan layu dan larut...
Di bawah mentari kebenaran, menjadi butiran - butiran es
Saat itulah duniamu tersenyum
Senyuman yang menyiratkan keyakinan
Senyuman gembira karena pancaran keyakinan...
Senyuman kagum karena rahasia - rahasia keyakinan...
(Bediuzzaman Said Nursi dalam Cahaya Kedua Kitab Al Lama'at)